Tim Sampoerna Rescue (SAR)

Berlokasi di antara dua lempeng bumi serta di jalur cincin gunung berapi menjadikan Indonesia tidak pernah lepas dari ancaman bencana alam, baik dalam bentuk letusan gunung berapi, banjir, longsor, tsunami dan gempa bumi. Sampoerna memandang perlunya membina kesiapan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana alam.

Sebagai kontribusi terhadap upaya ini, Sampoerna membentuk Sampoerna Rescue (SAR) pada tahun 2002.  Lingkup manajemen bencana Sampoerna Rescue meliputi kesiapsiagaan, tanggap darurat dan evakuasi; pemulihan; revitalisasi dan rekonstruksi; pencegahan, pengurangan risiko bencana (mitigasi) dan pelayanan kesehatan. Beberapa pihak yang menjadi jaringan Sampoerna Rescue antara lain pemerintah, yaitu: BNPB, BPBD, BASARNAS, Menko Kesra, TNI dan Polri,  dan lembaga non pemerintah, yaitu: Palang Merah Indonesia, Yayasan Aksi Cepat Tanggal (ACT), MerC, Yayasan Air Putih, Relawan individual, TAGANA, MAPALA serta perusahaan.

Sejak tahun 2010, Sampoerna merealisasikan rencana pembangunan SAR Training Center yang menjadi pelopor tempat pelatihan SAR terpadu berlokasi di Pasuruan Jawa Timur. SAR TC  merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk mendukung kesiapsiagaan dan peningkatan kemampuan/keterampilan terkait dengan tanggap darurat bencana,

SAR Training Center didirikan diatas lahan seluas 3,5 Ha dengan berbagai fasilitas, antara lain:

  • Ruang kelas berkapasitas 50 orang.
  • Menara multifungsi  dengan ketinggian 18 meter yang dapat digunakan untuk pelatihan teknik penyelamatan pada gedung bertingkat, teknik penyelamatan vertical helicopter, flying fox, dan raftling tanpa pijakan.
  • Waduk atau kolam buatan untuk pelatihan teknik penyelamatan di air.
Welcome to PPK Sampoerna