Sejarah Kami

2003

Penelitian untuk pengembangan program pemberdayaan masyarakat di sekitar pabrik Sampoerna di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dilakukan bekerja sama dengan tim peneliti dari Universitas Negeri Malang.

Konsep PPK Sampoerna mulai dikembangkan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, lahan seluas 27 Ha yang belum terpakai dari pembangunan pabrik Sampoerna di Sukorejo direncanakan sebagai lokasi PPK Sampoerna tersebut.

2004

Sosialisasi dan dialog dengan masyarakat mulai dilakukan, yang kemudian diikuti dengan persiapan awal dan konservasi lahan untuk meningkatkan kondisi dan potensi lahan.

Tahun 2004 di sekitar Plan Sukorejo, struktur perekonomian masyarakat dan tingkat pendidikan yaitu umumnya bekerja pada sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan darat, industri dan perdagangan. Tingkat pendidikan tamat SD dan SMP sekitar 64.5%, tamat setingkat SMA 17.5 %. Di satu pihak generasi muda ingin bekerja di pabrikan, di sisi lain diperlukan tingkat pendidikan dengan keahlian dan daya tampung perusahaan juga terbatas. Generasi muda enggan untuk bekerja di sektor pertanian yang dianggap berpenghasilan minim.

2005

Sejalan dengan pematangan konsep PPK Sampoerna, dilakukan tahapan uji coba lahan dan melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat. Dilanjutkan dengan tahapan pembangunan fisik yang pada saat itu direncanakan akan berlangsung selama 2,5 tahun dan empat tahapan pengerjaan.
Pengembangan konsep PPK Sampoerna yang dirangkum dalam suatu Rencana Induk (Master Plan) dengan melibatkan konsultan dari tim PT Primakelola Agribisnis Agroindustri (PKAA) Bogor untuk konsep Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System) serta tim Vocational Education Development Center (VEDC) Malang untuk konsep Sistem Pelatihan Kejuruan Tepat Guna (Vocational Training System).

2006

Mulai dilakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan untuk masyarakat di sekitar wilayah pabrik Sampoerna di Sukorejo, Pasuruan sejalan dengan kegiatan pembangunan fisik.

2007

PPK Sampoerna (dengan luas 10 Ha) diresmikan pada bulan Maret oleh Presiden Direktur Sampoerna, Martin G. King. Para karyawan Sampoerna mendapat pelatihan sebelum pensiun.
Sampoerna melihat pentingnya pemanfaatan PPK Sampoerna bagi masyarakat sekitar Sampoerna beroperasi, untuk mensinergiskan program-program CSR dalam satu kesatuan. Melalui PPK Sampoerna Tour, jadwal kunjungan disusun sedemikian rupa untuk masyarakat berdasar berbagai segmen diantaranya pemuda karang taruna, PKK , pemerintahan desa sampai pada tingkat dinas terkait di Kabupaten Pasuruan.

2009

Pembangunan tahap kedua PPK Sampoerna (untuk lahan 12 Ha selanjutnya) mulai dilaksanakan.
Besarnya minat kunjungan dan pelatihan pertanian terpadu & kejuruan tepat guna mendorong perlunya peningkatan fasilitas di PPK Sampoerna.

2015

Menjadi rujukan role model program Agro Techno Park dan Agro Science Park dari Kementrian Pertanian RI dan menjadi satu dari 10 embrio technopark yang berjalan baik di Indonesia menurut kajian Bappenas.

Arrow
Arrow
Shadow
Slider
Welcome to PPK Sampoerna